CURIGA

Ketika banyak orang yang terlihat sombong dan tak beradab, coba direnungkan. Jangan-jangan sebenarnya prasangka kita yang kadung menganggap mereka sombong dan tidak beradab. Atau boleh jadi, Allah turunkan kita untuk menjadi penegak kebenaran di antara mereka yang sombong dan beradab. Karena keburukan merajalela bukan karena terorganisasinya orang-orang buruk, melainkan karena diamnya orang-orang. Karena orang-orang baik alpa dalam mencurigai dirinya sendiri.

Ketika keluarga kita dilanda musibah, ketika keharmonisan diganggu orang ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya; mungkin bukan karena ancamannya yang besar, bukan karena mereka yang lihai menggoda, tetapi diri kita yang memancing datangnya ancaman sebab pikiran, hati, dan lisan kita yang tidak dijaga. Rusaknya peradaban berawal dari rusaknya banyak keluarga. Rusaknya keluarga akibat dari masing-masing anggota keluarga yang tidak mencurigai kesalahan dalam dirinya sendiri.

Tidak ada orang shalih yang mengaku shalih. Tidak ada pengikut Rasul yang taat dengan mendaku-daku bahwa dirinya adalah orang yang paling mengikuti sunnah Rasul. Mereka yang sukses adalah mereka yang memperbaiki kekurangan diri. Petinju yang sukses adalah petinju yang selalu melatih dan mengevaluasi kekurangannya, bukan petinju yang terus mencari-cari kesalahan lawannya.

Curigailah diri.

Temukan buku kami, Buku #Mncrgknskl di Stand @proumedia dan hadiri bedah bukunya bersama Ust. @handy.bonny di @islamicbookfair JCC Senayan tanggal 22 April pukul 10.00 s/d selesai. Kami persembahkan buku kami sebagai ajang evaluasi diri kami yang sering alpa mencurigai diri sendiri.