DI SIMPUL JEPANG-KOREA

Ada satu sinema yang amat dibanggakan oleh orang Korea Selatan. Dalam 12 hari pertama penayangan, 10 Juta orang di dalam negeri menontonnya. Film ‘The Admiral: Roaring Currents’, digarap oleh sutradara Kim Han-min dengan anggaran 18,9 Juta USD dan berpendapatan 135,9 Juta USD. Film ini mengisahkan Pertempuran Myeongnyang pada 26 Oktober 1597, di mana Laksamana Yi Sun-sin yang memimpin Armada Joseon …

KASTIL Terkepung AIR

Benteng Takamatsu di wilayah Bitchu, kini termasuk Prefektur Okayama, yang dipertahankan Shimizu Muneharu di bawah panji Marga Mori, penguasa wilayah Jepang Barat itu memang sangat kukuh. Mori Terumoto telah mengirim pasukan bantuan 6 kali lipat kekuatan pasukan Hideyoshi, -saat itu masih menggunakan marga Hashiba-, sang penyerbu. Oda Nobunaga juga telah memerintahkan 6 panglima terhebatnya membantu Hideyoshi; menjadikan medan Takamatsu pertaruhan …

Menembak LAWAN Jadi KAWAN

Kunci kemenangan Ieyasu Tokugawa dan Pasukan Timur di Sekigahara pada 21 Oktober 1600 barangkali adalah dengan menembaki pasukan Kobayakawa Hideaki yang berkedudukan kokoh di bukit agar jelas keberpihakannya. Pemuda ini adalah keponakan kesayangan Toyotomi Hideyoshi. Sikapnya sejak awal selalu gamang. Ishida Mitsunari, pemimpin de facto Aliansi Barat berulangkali meyakinkan Hideaki bahwa sudah selayaknya dia membela sepupunya, Hideyori, pewaris Sang Taiko. …

SANADA MARU, KHANDAQ DI OSAKA

Sanada Yukimura adalah sosok luar biasa terakhir yang menandai tamatnya zaman Sengoku. Lahir pada 1567 dengan nama ‘Nobushige’, saudara Sanada Nobuyuki ini kelak masyhur dengan sebutan ‘Pahlawan yang Muncul Sekali dalam 100 Tahun’, ‘Iblis Merah dalam Perang’, dan ‘Pahlawan Terakhir Sengoku’. Veteran penyerbuan ke Korea di masa Hideyoshi, Shimazu Tadatsune, menyebutnya sebagai, ‘Ksatria Nomor Satu di Jepang’. Ketika mempertahankan Benteng …