BELAH TENGAH

Hal yang paling sering jadi perhatian sekaligus keberatan Akhinda Ust. @zaky_zr dan ikhwan-akhwat lain dari penampilan saya adalah sisiran rambut yang dibelah tengah. Jadul. Oldfashion. Nggak banget. Baiklah, satu waktu akan saya turuti saran tuk sesekali mengganti penampilan. Konon untuk itu diperlukan pomade merk khusus ala @zaky_zr.

Alhamdulillah saya lebih sering terlihat dengan penutup kepala.

Tapi preferensi saya soal belah tengah bukan tanpa alasan. Cobalah buka Asy Syamail Al Muhammadiyyah karya Imam At Tirmidzi pada bab “Rambut Rasulullah ﷺ”. Di sana jelas tertera, belah tengah adalah salah satu penanda peneguhan peradaban Islam.

Adalah Nabi ﷺ saat tiba di Madinah amat berharap bahwa para Ahli Kitab akan menjadi yang pertama-tama beriman kepada beliau. Bagaimana tidak? Dalam kitabnya, mereka mengenal Rasulullah ﷺ dan segala tanda kenabiannya seperti mengenal anak sendiri. Untuk menunjukkan bahwa risalah beliau ﷺ adalah penyambung dan penyempurna semua Rasul sebelumnya, maka beberapa syi’ar ibadah di periode awal Madinah serupa benar dengan Ahli Kitab. Kiblat shalatnya ke Masjidil Aqsha dan puasanya pun “sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian” dalam waktu maupun tatacara sebagaimana disebutkan Imam Al Qurthubi.

Secara pribadi, Nabi ﷺ suka berpakaian jubah ashfar kekuningan seperti para pemuka Bani Israil dan menyisir rambutnya ke belakang seperti mereka.

Begitu di tahun ke-2 Hijriah permusuhan yang diasasi dengki kian gamblang dipertontonkan oleh orang-orang Yahudi, maka Allah memerintahkan agar kaum muslimin menyelisihi penampilan mereka. Kiblat diarahkan ke Baitullah di Makkah. Puasa dihimpun ke bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ mengganti pakaiannya dengan gamis putih.

Soal rambut? Nah! Belah tengah!

“Nabi ﷺ dahulu membiarkan rambut tergerai seperti para pemuka Ahli Kitab. Ketika turun perintah untuk menyelisihi mereka, beliau menyisir belahnya.” {HR. Al-Bukhari (3558) dan Muslim (2336) dari Ibnu ‘Abbas}

Ibunda kita ‘Aisyah berkata, “Apabila aku ingin membelah rambut Rasulullah ﷺ, maka aku membelahkannya di tengah.” {HR. Abu Dawud (4189) dan Ibnu Majah (3633)}
____________
Persembahan @jejakimani.